Arsitektur Aplikasi Basis Data
1.Jelaskan Secara singkat definisi DBMS ,RDBMS,dan perbedaan nya.
- DBMS
DBMS (Database Management System) adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna.DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah.
Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
1. Performa yang di dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam flat file. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
5. Keamanan. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.
Beberapa DBMS ada yang hanya bisa dijalankan di komputer mainframe, beberapa hanya jalan di minikomputer dan juga ada yang hanya dapat dijalankan di Personal Computer (PC). Maka dari itu, untuk trend sekarang DBMS yang banyak digunakan adalah DBMS yang memiliki fasilitas lintas
platform atau cross-platform. - RDBMS
relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang dirancang untuk mengatur/memanajemen sebuah basis data sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya. Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi, manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya.
- Lisensi
- ORACLE
Kekurangan :
- Merupakan software DMBS yang paling mahal, paling rumit, dan paling sulit untuk dipelajari.
- Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi untuk dapat menjalankan software DMBS Oracle supaya berjalan dengan stabil.
- Hanya diperuntukan bagi perusahaan berukuran besar, dan tidak cocok untuk perusahaan kecil maupun menengah.
Kelebihan :- Merupakan software DBMS yang handal dan memiliki kemampuan yang tinggi.
- Dapat menangani jumlah data dalam ukuran yang besar.
- Dapat mengolah data dalam ukuran besar dan mengolahnya dengan cepat sehingga didapatkan informasi yang akurat sesuai permintaan pengguna/user.
- Memiliki kemampuan akan fleksibilitas dan skalabilitas yang dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus-menerus bertambah besar.
- Memiliki kemampuan Technology Cluster Server, dimana jika terdapat lebih dari satu unit server misalnya 100 unit server maka Oracle dapat menjadikan 100 unit server tersebut aktif bekerja bersama sebagai 100 aktif server.
- Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa diatur hak akses terhadap suatu database oleh database administrator.
- Bisa berjalan pada lebih dari satu platform system operasi
- Microsoft SQL (MS-SQL)
Kekurangan :- Hanya dapat diimpelementasikan pada 1 unit server, jika terdapat tambahan server maka hanya akan berfungsi sebagai pasif / standby server (tidak memiliki kemampuan Technology Cluster Server seperti halnya pada DMBS Oracle).
- Hanya bisa berjalan pada satu platform system operasi yaitu Microsoft Windows.
- Merupakan software berlisensi dan berharga mahal untuk perusahaan skala kecil dan menengah.
Kelebihan :- Cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, menengah, dan besar sehingga mampu untuk mengolah data dengan jumlah yang besar.
- Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa diatur hak akses terhadap suatu database oleh database administrator.
- Untuk diterapkan pada pembangunan suatu program aplikasi, akan mudah dalam melakukan koneksi dengan computer client yang pembangunan aplikasinya menggunakan software yang sama platform dengan MS-SQL, misalnya Microsoft Visual Basic.
- Memiliki tingkat pengamanan / security data yang baik.
- Memiliki kemampuan untuk back-up data, rollback data, dan recovery data.
- Memiliki kemampuan untuk membuat database mirroring dan clustering.
- ORACLE
- Open Source
- MySQL
Kekurangan :- Tidak cocok untuk menangani data dengan jumlah yang besar, baik untuk menyimpan data maupun untuk memproses data.
- Memiliki keterbatasan kemampuan kinerja pada server ketika data yang disimpan telah melebihi batas maksimal kemampuan daya tampung server karena tidak menerapkan konsep Technology Cluster Server.
- Merupakan DBMS yang gratis / open source berlisensi GPL (generic public license).
- Cocok untuk perusahaan dengan skala yang kecil.
- Tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi untuk bisa menjalankan MWSQL ini bahkan dengan spesifikasi hardware yang minimal sekalipun.
- Bisa berjalan pada lebih dari satu platform system operasi, misalnya windows, linux, FreeBSD, Solaris, dan masih banyak lagi.
- Cepat dalam menjalankan perintah SQL / Structured Query Language misalnya ketika akan menyeleksi suatu data atau memasukkan suatu data karena MYSQL merupakan turunan dari konsep SQL.Multi user, artinya database dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
- MYSQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
- MYSQL memiliki beberapa lapisan keamanan, seperti subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan system perijinan yang mendetail serta sandi/password terenkripsi.
- MYSQL dapat melakukan koneksi dengan computer client menggunakan Protokol TCP/IP, Unix Socket (UNIX), atau Named Pipes (windows NT).
- MYSQL memiliki antar muka / interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
- Command and function, MYSQL memiliki fungsi dan operator secara penuh yang mendukung perintah select dan where dalam query.
- Structure Table, MYSQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE dibandingkan DBMS lainnya.
- FireBird
Kelebihan :
- Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah.Firebird support dengan savepoint pada transaksi dan bisa melakukanrollback kembali ke savepoint (fungsi ini seperti fasilitas pada Oracle).
- Firebird menggunakan sintaks standard untuk menciptakan suatu foreign key.
- Firebird support row level locks, secara default Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-version
- Concurrency system. Ini artinya bahwa semua session pada databaseakan melihat data yang lama sampai data yang baru sudah di-commit ke dalam database.
- Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi pengguna.
- Firebird bisa melakukan replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibuat oleh pihak ketiga, tetapi sebenarnya teknik replikasi ini seperti konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database.
- Firebird support dengan multiple data file dan dapat menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database.
- Software untuk mengadministrasi mudah didapat karena banyak sekalisoftware untuk mengadministrasi database Firebird, misalnya saja EMS IBManager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon.
- Library connection untuk Firebird sudah tersedia seperti driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider dan PHP
- Memiliki banyak komunitas di internet.
- MySQL
- DDBMS
DDBMS memiliki satu logikal basis data yang dibagi ke dalam beberapa fragment. Dimana setiap fragment disimpan pada satu atau lebih komputer dibawah kontrol dari DBMS yang terpisah dengan mengkoneksi komputer menggunakan jaringan komunikasi. DDBMS memungkinkan direplikasi dan alokasi penyimpanan disembunyikan sehingga tidak diketahui pengguna. Pada sistem ini data disimpan pada beberapa tempat ( site ), setiap tempat diatur dengan suatu DBMS yang dapat berjalan secara independent. Perangkat lunak dalam sistem ini akan mengatur pendistribusian data secara transparan. Setiap site memiliki kemampuan untuk mengakses permintaan pengguna pada data lokal dan juga mampu untuk memproses data yang disimpan pada komputer lain yang terhubung dengan jaringan. Pengguna mengakses basis data terdistribusi dengan menggunakan dua aplikasi yaitu aplikasi lokal dan aplikasi global,sehingga DDBMS memiliki karakteristik yaitu :- Kumpulan dari data logik yang digunakan bersama-sama
- Data di bagi menjadi beberapa fragment Fragment mungkin mempunyai copy ( replika )
- Fragment / replika nya di alokasikan pada yang digunakan
- Setiap site berhubungan dengan jaringan komunikasi
- Data pada masing-masing site dibawah pengawasan DBMS
- DBMS pada setiap site dapat mengatasi aplikasi lokal,secara otonomi
- Masing-masing DBMS berpastisipasi paling tidak satu global aplikas
Tiga hal penting yang harus terdapat pada basis data terdistribusi adalah :- Independensi data terdistribusi : pemakai tidak perlu mengetahui dimanadata berada(merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika).
- Transaksi terdistribusi yang atomic : pemakai dapat menulis transaksi yang mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi
- Transparansi basis data terdistribusi agar terlihat sistem ini seperti basis data tersentralisasi. Hal Ini mengacu pada prinsip dasar dari DBMS (Date,1987b). Transparansi memberikan fungsional yang baik untuk pengguna tetapi mengakibatkan banyak permasalahan yang timbul dan harus diatasi oleh DDBMS
Terdapat dua tipe basis data terdistribusi yaitu :- Homogen : yaitu sistem dimana setiap tempat menjalankan tipe DBMSyang sama
- Heterogen : yaitu sistem dimana setiap tempat yang berbeda menjalankan DBMS yang berbeda, baik Relational DBMS (RDBMS) atau non relational DBMS.
Beberapa keuntungan penggunaan DDBMS- Merefleksikan bentuk dari struktur organisasi. Suatu organisasi memiliki sub organisasi di lokasi yang tersebar di beberapa tempat, sehingga basis data yang digunakan tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi tersebut.
- Penggunaan bersama dan lokal otonomi. Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada setiap site dapat mengakses data yang disimpan pada site lain. Data dapat dialokasikan dekat pengguna pada sebuah site, sehingga mempunyai kontrol terhadap data dan secara konsekuen dapat memperbaharui dan memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua sistem. Umumnya sebagian dari tanggung jawab tersebut di serahkan kepada tingkat lokal, sehingga DBA lokal dapat mengatur lokal DBMS secara otonomi.
- Keberadaan data yang ditingkatkan. Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalanpada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat diakses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.
- Keandalan ditingkatkan. Sebuah basis data dapat direplikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapalokasi. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site karena jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses site yang tidak mengalami kerusakan.
- Kinerja yang ditingkatkan. Sebuah data ditempatkan pada suatu sitedimana data tersebut banyak diakses pengguna. Hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalampengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisas.i Setiap site hanya menangani sebagian dari seluruh basisdata, mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yangdi karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.
- Ekonomi. Grosch's Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer dihitung menurut biaya yang dihabiskan dari penggunaan peralatannya, 3kali biaya peralatan, 9 kali dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.
- Perkembangan modular. Dalam sistem terdistribusi lebih mudah untuk menangani ekspansi. Site baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational site yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat ditangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan
Kelemahan atau kekurangan DDBMS yaitu :- Kompleksitas. Pada DDBMS yang digunakan adalah replikasinya, yang asli tidak digunakan untuk operasional. Hal ini untuk menjaga reliabilitas dari suatu data. Hal ini juga menimbulkan masalah yang sangat kompleks dimana DBA harus dapat menyediakan pengaksesan dengan cepat,keandalan dan keberadaan basis data yang up to date. Jika hal itu tidak terpenuhi, akan terjadi penurunan kinerja, keandalan dan kerberadaan dari DBMS tersebut.
- Biaya. Meningkatnya kompleksitas DDBMS berarti biaya untuk perawatan lebih besar dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi, seperti biaya untuk membuat jaringan, biaya komunikasi yang berjalan, orang-orang ahli dalam penggunaan, pengaturan dan pengawasan dari DDBMS.
- Keamanan. Pada DBMS tersentralisasi, pengaksesan data lebih terkontrol.Sedangkan pada DDBMS bukan hanya replikasi data yang harus di kontrol tetapi jaringan juga harus dapat di kontrol keamanannya. Pengontrolan Integritas lebih sulit Kesatuan basis data yang mengacu pada keabsahan dan kekonsistenan dari data yang disimpan. Kesatuan biasanya di ekspresikan pada batasan, dimana berisi aturan untuk basis data yang tidak boleh diubah. Membuat batasan untuk integrity, umumnya memerlukan pengaksesan ke sejumlah data yang sangat besar untuk mendefinisikan batasan tersebut, namun hal ini tidak termasuk di dalam operasional update itu sendiri. Dalam DDBMS, komunikasi dan biaya pemrosesan yang dibutuhkan untuk membuat suatu batasan integrity mungkin tidak diperbolehkan.
- CDBMS
Pada sistem ini semua proses utama dan fungsi sistem manajemen basis data sepert user application programs dan user interface programs berada secara terpusat di satu komputer berkecepatan dan kapasitas tinggi (main frame). pengguna mengakses basis data menggunakan terminal komputer.
Arsitektur DBMS telah mengikuti trend sejalan dengan kemajuan arsitektur sistem komputer. Permulaan arsitektur DBMS dimulai dgn bentuk Arsitektur DBMS Terpusat (Centralized DBMS Architecture). Pada arsitektur ini digunakan komputer main frame yg menyediakan semua proses utama seperti fungsinya pada DBMS (user application programs & user interface programs).
Bentuk arsitektur terpusat ini menggambarkan pengaksesan terminal-terminal komputer (client) pada komputer server, berupa display informasi dan kontrol saja, karena pada terminal komputer tidak memungkinkan memilikiresource yang lebih. Seiring perkembangan teknologi dan turunnya harga hardware, banyak terminal user digantikan dengan PC, akan tetapi DBMS masih ditempatkan terpusat (Application program execution & user interface processing ditempatkan pada satu mesin).Gambar dibawah ini menjelaskan Arsitektur Centralized Database manajemen Sistem (CDBMS) - Paralel Database
Sistem manajemen basis data ini menggunakan beberapa prosesor dan disk yang dirancang untuk dijalankan secara paralel. Arsitektur ini digunakan untuk memperbaiki kinerja dari DBMS. Paralel DBMS di jalankan oleh berbagai multi prosesor. Paralel DBMS menghubungkan beberapa mesin yang berukuran kecil untuk menghasilkan keluaran sebuah mesin yang berukuran besar dengan skalabilitas yang lebih besar dan keandalan dari basis datanya.
Untuk menopang beberapa prosesor dengan akses yang sama pada satu basis data, DBMS paralel harus menyediakan manajemen sumber daya yang dapat diakses bersama. Sumber daya apa yang dapat digunakan bersama, dan bagaimana sumber daya tersebut diimplementasikan.Hal ini mempunyai efek langsung pada kinerja dan skalabilitas dari sistem dan tergantung dari aplikasi atau lingkungan yang digunakan. Terdapay tiga arsitektur yang digunakan pada paralel DBMS yaitu :
a.Penggunaan memory bersama (share memory)
b.Penggunaandisk bersama (share disk)
c.Penggunaan secara sendiri-sendiri (share nothing)
Arsitektur Penggunaan Memori Bersama (Share Memory) adalah sebuah arsitektur yang menghubungkan beberapa prosesor di dalam sistem tunggal yang menggunakan memori secara bersama–sama. Arsitektur ini dikenal dengan SMP (Symmetric Multiprocessing ), metode ini sering digunakan dalam bentuk workstation personal yang mensupport beberapa mikroprosesor dalam paralel DBMS, RISC ( Reduced Instruction Set Computer ) yang besar berbasis mesin sampai bentuk mainframe yang besar. Arsitektur ini menghasilkan pengaksesan data yang sangat cepat yang dibatasi oleh beberapa prosesor,tetapi tidak dapat digunakan untuk 64 prosesor dimana jaringan komunikasi menjadi masalah ( terjadinya bottleneck).Gambar dibawah ini menjelaskan arsitektur paralel dengan penggunaan memory bersama
Arsitektir Penggunaan Disk Bersama (Share Disk) adalah sebuah arsitektur yang mengoptimalkan jalannya suatu aplikasi yang tersentrallisasi dan membutuhkan keberadaan data dan kinerja yang tinggi.Setiap prosesor dapat mengakses langsung semua disk, tetapi prosesor tersebut memiliki memori sendiri. Seperti halnya penggunaan secara sendiri–sendiri. Arsitektur inimenghapus masalah pada penggunaan memori bersama tanpa harusmengetahui sebuah basis data di partisi. Arsitektur ini di kenal dengan cluster.Gambardibawah ini menjelaskan arsitektur paralel dengan penggunaan disk bersama
Arsitektur Penggunaan Secara sendiri–sendiri (Share nothing) hampir sama dengan DBMS terdistribusi, namun pendistribusian data pada paralel DBMS hanya berbasis pada kinerjanya saja.Sering di kenal dengan Massively parallel processing ( MPP ) yaitu arsitektur dari beberapa prosesor di mana setiap prosesor adalah bagian dari sistem yang lengkap yang memiliki memori dan disk. Basis data ini di partisi untuk semua disk pada setiap sistem yang berhubungan dengan basis data. Ddata diberikan secara transparan untuk semua pengguna yang menggunakan sistem . Arsitektur ini lebih dapat dihitung skalabilitasnya dibandingkan dengan share memory dan dengan mudah dapat mensupport prosesor yang berukuran besar. Kinerja dapat optimal jika data di simpan di lokal DBMS. Gambar dibawah ini menjelaskan arsitektur paralel dengan penggunaan secara mandiri.
4.Jelaskan Secara singkat Istilah Backend,Frontend,ODBC,dan level dalam arsitektur Aplikasi DBMS
- Backend
Sebuah database back-end adalah basis data yang diakses oleh pengguna secara tidak langsung melalui eksternal aplikasi bukan dengan pemrograman aplikasi yang tersimpan dalam database itu sendiri atau dengan manipulasi rendah tingkat data (misalnya melalui SQL perintah).
Sebuah back-end database menyimpan data tetapi tidak termasuk pengguna akhir elemen aplikasi seperti disimpan query, form, makro atau laporan.
Istilah database back-end yang paling banyak digunakan di antara para pengembang menggunakan sistem pemrograman database kecil yang dapat berisi pemrograman aplikasi pengguna akhir dalam database sebagai item tunggal. Yang paling umum ini adalah Microsoft Access .
Pengembang harus memutuskan apakah akan menyertakan pemrograman aplikasi dengan data dalam database tunggal, atau apakah akan memisahkan mereka menjadi dua file database, sesuai dengan model client-server .
Untuk aplikasi database sederhana, itu adalah umum bagi semua program untuk disimpan dengan data. Hal ini menghasilkan satu file dan lebih mudah untuk mengembangkan dengan mengorbankan skalabilitas dan concurrency .
Untuk lebih aplikasi database canggih itu adalah umum untuk membagi data dan bagian pemrograman ke database front-end dan back-end database di mana front-end memegang semua pemrograman aplikasi. Ini memiliki kelebihan dalam hal skalabilitas, kinerja dan konkurensi tetapi membutuhkan upaya yang lebih besar pada bagian dari pengembang. Dalam jangka panjang mungkin lebih mudah untuk mempertahankan dan meningkatkan sebagai versi baru dari front-end dapat digunakan secara independen dari database back-end. Database depan dan back-end tidak selalu harus dari jenis yang sama. Sebagai contoh, adalah mungkin untuk menggunakan Microsoft Access front-end dengan Microsoft SQL Server back-end.
Hal ini umum bagi pengembang untuk menemukan bahwa aplikasi database yang ada telah berkembang dalam kompleksitas atau penggunaan ke titik di mana itu akan lebih baik untuk menggunakan front terpisah dan back-end database. Microsoft Access menyediakan database Splitter Wizard untuk mempermudah proses database Access membelah. - Frontend
adalah sebuah media tatap muka yang digunakan untuk melakukan interaksi dengan data yang ada dalam sebuah sistem. Frond-end lebih mengarah kepada sebuah layanan umum yang memungkinkan semua orang dapat menerima atau memberikan informasi kepada banyak proses yang dilakukan. - ODBC
Open Database Connectivity (disingkat menjadi ODBC) adalah sebuah standar terbuka untuk konektivitas antar mesin basis data. Standar ini menyediakan API yang dapat digunakan untuk menjalankan dan mengoneksikan sebuah aplikasi dengan sebuah sistem manajemen basis data (SMBD). Para desainer ODBC membuatnya dengan tujuan agar ODBC terbebas dari penggunaan bahasa pemrograman tertentu, sistem manajemen basis data tertentu, dan sistem operasi tertentu.
Spesifikasi ODBC menawarkan API prosedural untuk menggunakan query dengan bahasa SQL untuk mengakses sebuah basis data. Sebuah implementasi ODBC, akan menyediakan satu aplikasi atau lebih, pustaka inti ODBC, dan juga "driver basis data". Pustaka inti ODBC, yang bersifat independen terhadap aplikasi dan juga DBMS, bertindak sebagai interpreter antara aplikasi dan juga driver basis data, sementara driver basis data mengandung detail-detail mengenai SMBD tertentu. Sehingga, dengan cara seperti ini, para programmer dapat menulis aplikasi basis data, tanpa harus memahami sistem manajemen basis data tertentu, mengingat semuanya telah ditangani oleh ODBC. Akan tetapi, para pembuat driver basis data ODBC hanya harus mengetahui bagaimana caranya memasukkan driver basis data ke dalam pustaka inti ODBC. Dengan begitu, ODBC ini dapat disebut sebagai sistem yang modular.
ODBC memiliki beberapa komponen utama, yakni sebagai berikut:- ODBC API: sekumpulan panggilan fungsi, kode-kode kesalahan dan sintaksis SQL yang mendefinisikan bagaimana data dalam sebuah DBMS diakses.
- Driver basis data ODBC: driver (yang berupa dynamic link library) yang mampu memproses panggilan fungsi ODBC untuk sebuah DBMS tertentu.
- ODBC Driver Manager: yang bertugas untuk memuat driver basis data ODBC yang dibutuhkan oleh aplikasi.
Pengguna sistem operasi Windows dapat mengonfigurasikan ODBC dengan menggunakan utilitas ODBC yang terdapat di dalam Control Panel. Utilitas ini mengizinkan mereka untuk mendefinisikan DSN (Data Source Name) untuk basis data yang hendak diakses dan juga driver yang digunakan untuk mengakses basis data tersebut. Untuk mengonfigurasikan ODBC dengan utilitas ini, mereka dapat mengasosiasikan sebuah DSN dengan sebuah driver ODBC, yang mengizinkan aplikasi untuk dapat berinterakse dengan sebuah basis data yang disimpan baik secara lokal di dalam mesin yang sama maupun di dalam server jaringan. - Level Dalam Arsitektur DBMS
- Level fisik merupakan level yang paling bawah. Pada level ini memperlihatkan bagaimana sesungguhnya data disimpan.
- Level Konseptual Level ini menggambarkan bagaimana sebenarnya basis data disimpan dan berhubungan dengan data lainnya.
- Level View Level abstaraksi ini hanya menunjukkan sebagian dari basis data. Pada umumnya pengguna tidak melibatkan secara langsung sehingga pengguna hanya melihat data sesuai dengan yang dibutuhkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar